.

Archive

.

.

Follow Me

.

Showing posts with label Sekedar Tahu. Show all posts
Showing posts with label Sekedar Tahu. Show all posts

Bahaya Menjadi Seorang Pemimpin

Pengalaman empiris bangsa dari beberapa kali pergantian pemerintahan dan wakil rakyat selalu menunjukkan perilaku yang sama, yaitu tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat. Janji-janji mendahulukan dan mementingkan rakyat hanya sekadar retorika di masa kampanye. Setelah terpilih, rakyat hanya dijadikan objek, baik untuk meningkatkan penghasilan pribadi atau kelompoknya, maupun sebagai pembenaran atas kebijakan yang tak populis dan menyengsarakan rakyat.

Perilaku ini jelas bertentangan dengan apa yang telah Rasulullah SAW dan para sahabat contohkan. Rasulullah mengatakan pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaum itu. Artinya, tugas pemimpin itu memberikan pelayanan yang optimal kepada rakyat dengan memelihara segala urusan, kesejahteraan, dan kemaslahatan rakyatnya.

Rasululullah telah mengingatkan para pemimpin yang tidak amanah bahwa mereka kelak tidak akan pernah mencium wanginya surga. Rasulullah bersabda, ''Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memelihara dan mengurusi kemaslahatan rakyat lalu dia tidak melingkupi rakyat dengan nasihat kecuali ia tidak akan mencium harumnya surga.'' (HR Bukhari).

Dalam riwayat yang lain Rasulullah menegaskan, ''Tidak seorang hamba pun yang diserahi Allah memelihara dan mengurus (kepentingan) rakyat, lalu meninggal, sementara ia menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan atas dirinya surga.'' (HR Muslim, Ahmad, dan ad-Darimi). Bahkan, Rasulullah mendoakan pemimpin yang menyengsarakan umatnya agar Allah menimpakan kesengsaraan yang sama kepada mereka. Doa Rasulullah, ''Ya Allah, siapa saja yang memegang urusan umatku dan bersikap memberatkan atau menyulitkan mereka, maka balaslah dengan perlakuan yang sama. Siapa saja yang memegang urusan umatku lalu bersikap lembut kepada mereka, balaslah dengan perlakuan yang sama.'' (HR Muslim).

Uraian di atas jelas menunjukkan betapa besar azab dan siksa yang akan diterima oleh para pemimpin yang diberikan amanah untuk mengurusi rakyatnya, tetapi tidak amanah dan membuat kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Azab dan siksa ini tentu bukan hanya diterima di dunia saja. Tetapi, yang lebih dahsyat di akhirat kelak ketika semua dihadapkan kepada pengadilan Yang Maha Adil, Allah SWT.

Para pemimpin dan wakil rakyat yang diberikan amanah memimpin bangsa ini seharusnya merenungi semua apa yang Rasulullah ajarkan dalam masalah memimpin rakyat. Bahkan, sebaiknya mereka patut berguru kepada kesuksesan Khalifah Umar bin Abdul Azis. Beliau seorang pemimpin yang masih muda, tetapi dapat menyejahterakan rakyatnya dalam waktu yang relatif singkat.

Kuncinya, beliau menanamkan pemerintahan yang bersih, menghilangkan fasilitas-fasilitas yang memboroskan kas negara, menutup kebocoran anggaran, mengorbankan harta pribadinya untuk kepentingan rakyat, menegakkan hukum dengan adil dan selalu menasihati rakyatnya untuk selalu taat kepada Allah dan rasul-Nya. Wallahu a'lam.

Apa Benar Membawa Sial Jika Tidak Sengaja Menabrak Kucing?




Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.
Salam hangat buat pembaca, terkadang kita sering mendengar di tengah masyarakat bahwa jika kita menabrak kucing di jalan dan kucing tersebut mati kita harus mengurus dan mengubur kucing tesebut karena akan membawa sial buat kita, apa benar demikian?

Memang di masyarakat kita berkembang mitos yang tidak jelas dasarnya, yaitu kewajiban orang yang menbarak kucing untuk mengubur jasad kucing. Kalau tidak, maka akan ada nasib sial yang membayanginya.

Dalam pandangan Islam, mengasihi hewan adalah merupakan perintah agama. Menyiksa hewan secara sengaja akan melahirkan dosa di mata Allah. Sebaliknya berbuat baik kepada hewan akan mendatangkan pahala. Sebagaimana hadits tentang seorang yang memberi minum anjing kehausan dan masuk surga karena perbuatannya itu.

Dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah SAW berabda,"Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, "Anjing ini hampir mati kehausan". Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. (HR Bukhari).

Dalam syarah shahih bukhari yaitu kitab Umdatul Qari jilid 15 halaman 277 disebutkan bahwa dia antara faedah hadits ini adalah diterimanya amal seorang pelaku dosa besar asalkan dia seorang muslim. Dan bahwa Allah mungkin saja mengampuni dosa besar dengan amal yang kecil sebagai keutamaan.

Namun kepercayaan sementara kalangan bahwa kalau menabrak kucing harus menguburkannya dan kalau tidak akan celaka, jelas merupakan tahayyul dan kalau hal itu dipercaya, akan mengakibatkan syirik. Sebab kalau kita bandingkan dengan hukum pembunuhan atas nyawa manusia, kita mengenal pembunuhan yang disengaja (qatlul `amd) dan pembunuhan yang tidak disengaja (qatlul Khatha`). Selain itu ada juga pembunuhan yang seperti disengaja (qatlu syibhu 'amd). Pembunuhan nyawa manusia yang tidak disengaja misalnya adalah menabrak orang hingga mati. Dan tidak ada qishash pada kasus itu kecuali membayar diyat (tebusan).

Padahal dalam kasus tersebut, yang terbunuh secara tidak sengaja bukan manusia melainkan kucing. Sehingga tidak ada kewajiban qishash, diyat atau apapun. Kecuali bila kucing itu dimiliki oleh seseorang dan dia minta diganti harganya, maka harus diselesaikan sesuai dengan kesepakatan. Sebaliknya, bila kucing itu tidak ada yang punya, maka tidak ada kewajiban apapun kecuali membuang bangkai kucing atau membersihkan jalan itu dari bangkai kucing demi kelancaran lalu lintas. Bangkai kucing itu sendiri tidak wajib dikafani, tidak wajib dimandikan, tidak wajib dimandikan dan juga tidak wajib dishalati. Karena memang tidak ada masyru`iyah untuk semua praktek itu. Lagi pula bila sudah ada yang mengurusnya, maka orang yang terkena musibah itu tidak harus melakukannya sendiri.

Mitos ini berkembang karena masyarakat tidak punya landasan tauhid yang benar. Sehingga dengan mudah terasuki tathayyur yang salah seperti pada kasus kucing ketabrak. Tugas kita menjelaskan hal itu agar masyarakat tidak menjadi bulan-bulanan mitos yang bisa berakibat kepada kemusyrikan.

Wallahu a'lam bishshawab

Belajarlah Dari Ulat!




 Belajarlah Dari Ulat!
Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar, menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau, sehijau dedaunan untuk kamuflase, binatang tersebut adalah ulat.

Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu saja karena ulah sang ulat.

Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?

Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak tubuhnya. Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.

Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang sempit dan gelap.

Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru dan sama sekali berubah.

Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat sejenakpun untuk terus melahap dedaunan.

Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.

Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada hewan-hewan yang mengalami musim dingin. Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.

Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain-main, selayaknya tertipu oleh permainan yang sangat melenakan.

Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.

Di dalam masa-masa senang satu saat akan berganti menjadi masa yang sulit dan bahkan menjadi sebuah musibah karena mengintai sebuah keterlenaan. Sungguh benar hadist nabi untuk mengambil kesempatan lima sebelum lima: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati dan senggang sebelum sibuk (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi). Dan bukankah kita telah diwanti-wanti untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan apa saja yang kita mampu, untuk menggentarkan hati musuh-musuh kita.

Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan. Wallahu a'lam bishshowab

LGBT Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender

LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender. istilah tersebut digunakan pada tahun

1990 untuk menggantikan frasa "komunitas gay". Karena istilah tersebut sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Banyak yang tau tidak, mengapa LGBT menggunakan bendera pelangi ? Sepertinya itu melambangkan tentang keanekaragaman seksualitas kita atau Equality (Kebebasan). Seperti apa sejarah LGBT tersebut. Sebelum revolusi seksual pada tahun 1960-an, tidak ada kosakata non-peyoratif untuk menyebut kaum yang bukan heteroseksual. Istilah terdekat, "gender ketiga", telah ada sejak tahun 1860-an, tetapi tidak banyak disetujui. Istilah pertama yang banyak digunakan, "homoseksual", dikatakan mengandung konotasi negatif dan cenderung digantikan oleh "homofil" pada era 1950-an dan 1960-an, dan lalu gay pada tahun 1970-an. Frase "gay dan lesbian" menjadi lebih umum setelah identitas kaum lesbian semakin terbentuk. Pada tahun 1970, Daughters of Bilitis menjadikan isu feminisme atau hak kaum gay sebagai prioritas. Maka, karena kesetaraan didahulukan, perbedaan peran antar laki-laki dan perempuan dipandang bersifat patriarkal oleh feminis lesbian. Banyak feminis lesbian yang menolak bekerja sama dengan kaum gay. Lesbian yang lebih berpandangan esensialis merasa bahwa pendapat feminis lesbian yang separatis dan beramarah itu merugikan hak-hak kaum gay. Selanjutnya, kaum biseksual dan transgender juga meminta pengakuan dalam komunitas yang lebih besar. 

Setelah euforia kerusuhan Stonewall mereda, dimulai dari akhir 1970-an dan awal 1980-an, terjadi perubahan pandangan; beberapa gay dan lesbian menjadi kurang menerima kaum biseksual dan transgender. Kaum transgender dituduh terlalu banyak membuat stereotip dan biseksual hanyalah gay atau lesbian yang takut untuk mengakui identitas seksual mereka. Setiap komunitas yang disebut dalam akronim LGBT telah berjuang untuk mengembangkan identitasnya masing-masing, seperti apakah, dan bagaimana bersekutu dengan komunitas lain; konflik tersebut terus berlanjut hingga kini. Akronim LGBT kadang-kadang digunakan di Amerika Serikat dimulai dari sekitar tahun 1988. Baru pada tahun 1990-an istilah ini banyak digunakan. Meskipun komunitas LGBT menuai kontroversi mengenai penerimaan universal atau kelompok anggota yang berbeda (biseksual dan transgender kadang-kadang dipinggirkan oleh komunitas LGBT), istilah ini dipandang positif. Walaupun singkatan LGBT tidak meliputi komunitas yang lebih kecil (lihat bagian Ragam di bawah), akronim ini secara umum dianggap mewakili kaum yang tidak disebutkan. Secara keseluruhan, penggunaan istilah LGBT telah membantu mengantarkan orang-orang yang terpinggirkan ke komunitas umum. Tau gak, LGBT itu sebenarnya ada festivalnya loh. Bahkan sudah diselenggarakan di berbagai nergara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Brazil, dan masih banyak lagi. Negara-negara itu jugalah yang mengusungkan tentang "Eguality" untuk kaum tersebut. Meskipun banyak sekali negara-negara besar yang sudah melegalkan tentang hubungan / pernikahan LGBT, tetapi ada juga negara besar yang masih kokoh untuk tidak melegalkan dan bahkan tak segan untuk memenjarakan kaum itu jika terlihat di depan umum. Salah satu negara tersebut adalah Rusia. Entah mengapa, tetapi Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin, tidak melegalkan Equality tersebut dan bahkan mengeluarkan peraturan tentang penghukuman tersebut. Banyak sekali negara yang mengecam akan peraturan di negara rusia tersebut. Tapi apalah daya, presiden vladmir seakan menutup telinga dan matanya. Pernah ada suatu kejadian tentang pembubaran LGBT Festival di Rusia, tanpa segan kaum penegak hukum pun memukul dan memasukkan mereka kedalam penjara. Sekarang kita akan masuk ke bagian "mengapa banyak sekali kaum LGBT banyak sekali di benci banyak orang ?".

Secara realita, memang benar sih banyak sekali kaum LGBT (terutama di Indonesia) yang hanya sekedar seks belaka dalam berhubungan dan masih banyak lagi. Sebenarnya banyak loh yang tidak berfikiran seperti itu. Ada juga kok yang tulus dalam berhubungan. oiya, ada juga yang berfikiran kalo mereka itu banci/tomboy, tidak gentle/feminim, dan masih banyak lagi. Tau gak, gak semua orang yang banci/tomboy itu selamanya gay/lesbi loh. Ada kok kaum seperti itu yang bahkan terlihat lebih macho atau feminim di bandingkan dengan orang kebanyakan. Oke, pertanyaan terakhir akan kita jawab sekarang. LGBT itu sebenarnya bukanlah "penyakit". LGBT itu disebabkan pengaruh lingkungan saat pembentukkan pemikiran seksual. Ada juga saat lahir, mereka sudah sadar akan seksualitas mereka. jadi secara langsung bisa dikatakan bahwa LGBT itu tidak bisa disembuhkan. Lalu bagaimana dong ? ya, satu-satunya cara ya bantu teman mu itu, dan terus dukung saja. Banyak loh kaum LGBT yang selalu di cemooh oleh teman-temannya dan bahkan ada yang berkata "cari cewek/cowok dong jangan sesama jenis mulu". Teman-teman, sebenarnya hal itu tidak bisa membantu teman kita tersebut loh. bahkan bisa saja teman kita itu menjadi semakin terpuruk akan hal itu (hanya sebagian yang tidak bisa mengontrol emosi saja). Yang bisa kuharapkan dari kalian semua adalah dukunglah mereka, janganlah membuat membuat semuanya semakin rumit. kalian bayangkan saja, diantara kaum-kaum seperti mereka, ada juga loh yang ingin sekali normal.*kpn

Beberapa masyarakat mungkin bertanya-tanya mengapa ada orang atau bahkan kelompok yang bisa menjadi pelaku penyimpangan seksual, dengan kata lain menjadi seorang LGBT.
Dalam pandangan psikologi banyak faktor yang dapat menjadikan seseorang yang membuatnya menjadi penyuka sesama jenis, diantaranya adalah :

1. Faktor Keluarga
Keadaan keluarga sangat berpengaruh dalam proses kepribadian manusia. Dalam hal ini psikolog memberikan contoh, untuk homoseksual contohnya adalah adanya peran dominan Ibu atau kaum perempuan dalam keluarga. Ini berpengaruh terhadap proses pembenetukan kepribadian-mental anak, termasuk orientasi seksualnya. Adanya disfungsi antara orangtua dan anak dapat diindikasikan sebagai suatu faktor dengan adanya disorientasi seksual tersebut.
 2. Peran gender yang bisa mengakibatkan kebingungan seksual

Hal ini bisa terjadi dengan disadari maupun tidak disadari, contohnya adalah orangtua yang menginginkan seorang anak laki-laki dan kenyataannya mendapatkan seorang anak perempuan. Maka mereka memperlakukan sang anak sebagai/berperan anak laki-laki, seperti pada pakaian, mainan, dsb.Sehingga hal tersebut menjadikan sang anak dalam keremajaannya menjadi penyuka sesama jenis.

 3. Adanya trauma akan pengalaman yang dialami

Beberapa kaum lesbian ketika diwawancarai alasan menjadi penyuka sesama perempuan mengakui pernah mengalami kekerasan/pelecehan seksual oleh lawan jenis yang mengakibatkan mereka trauma. Selain itu, "sakit hati" dan atau gagal dalam menjalani hubungan dengan lawan jenis yang juga mengakibatkan trauma juga menjadi alasan beberapa orang yang kemudian menjadi LGBT.
Manusia pada dasarnya ingin hidup dengan normal baik secara kondisi fisik, psikis, maupun sosial dan termasuk kaum LGBT. Baiknya adalah kita berpikir dan bertindak dalam menghadapi fenomena ini dengan mengawasi di sekitar kita, mengingatkanna demi kebaikan bersama.
Jika mereka ingin hidup secara normal dan sehat baiklah kita sebagai remaja atau masyarakat dapat membantu  mereka untuk merubahnya.

Kerja Rodi Masa Kini "Outsourcing dan Pengorbanannya"



Karena Zaman Modern Masih Terdapat Penindasan Di Dunia Kerja, Hanya Kesadaran Individu Yang Mampu Menggugah Sebuah Perubahan,Sehingga Keadilan Akan Terwujud”alifhayat
 
Dewasa ini masyarakat kapitalis umumnya ditandai oleh terciptanya polarisasi sosial diantara para pemilik kapital dengan pekerja. (Revrisond Bawsir, 1999 : 4). Kebebasan kaum kapitalis adalah kebebasan yang ditopang oleh penguasaan fakor-faktor produksi, dengan faktor-faktor produksi kaum kapitalis memiliki kemampuan untuk memanipulasi dan membeli kebebasan yang dimiliki komponen masyarakat lainnya. Termasuk kebebasan yang dimiliki oleh para pejabat negara. Kondisi dunia yang telah dihegemoni oleh kekuatan kapitalisme global mencengkram seluruh sendi-sendi kehidupan. Dua sifat utama dari kapitalisme yaitu eksploitatif dan ekspansif. Kedua wajah kapitalisme ini berjalan beriringan sehingga pencapaian tujuan kapitalisme untuk meningkatkan akumulasi modal semakin masive. Menurut Tabb dalam Susetiawan (2009 : 6), bahwa konstruksi kelembagaan untuk mengatur tata dunia dilakukan melalui organisasi atau agen-agen internasional antara lain WTO (World Trade Organization), GATT (General Agreement on Trade and Tariff), Bank Dunia (World Bank), IMF (International Monetary Fund) dan berbagai lembaga lainnya. Globalisasi memperluas pergerakan modal dan memberi tempat yang makin penting bagi korporasi besar dunia (MNCs).
 Di Indonesia kita menyaksikan sebuah pergeseran yang menandai makin kuatnya ekspansi kapitalis global. Hingga mencengkram seluruh basis perekonomian nasional, dari perekonomian skala besar sampai perekonomian rakyat kecil. Ekspansi besar-besaran perusahaan multi nasional disertai juga dengan tuntutan mekanisme kerja baru yang memperkenalkan sistem hubungan kerja yang fleksibel dalam bentuk outsourcing dan kerja kontrak. Semua mekanisme kerja dimaksudkan untuk meraih keuntungan yang lebih besar dengan mengurangi tanggung jawab pemilik modal atau pengusaha terhadap masa depan pekerjaannya. Kata kunci yang selalu mereka ungkapkan yaitu efisiensi yang hampir identik dengan kue keuntungan yang makin besar (Rekson Silaban, 2009:4).
            Dalam kehidupan dunia kerja sudah tidak ada kompromi lagi sehingga dunia ini menjadi momok bagi para pekerja yang berstatus outsourcing. Hal yang sangat membuat tidak wajar adalah di kehidupan pekerjaan, dimana hal ini menjadikan ketidakadilan dan kesenjangan yang terlalu jauh yang berdanpak pada  kecemburuan sosial. Penulis mencoba membedah permasalahan yang dihadapi oleh para pegawai outsourcing yang menjadi pemicu dari ketidakadilan di dunia kerja. Pada dasarnya bukan sebuah banyak atau sedikitnya pekerjaan yang di bebankan kepada pegawai outsourcing  semata namun lebih menitik beratkan kepada sebuah kemakmuran dan kesejahteraan. Sebuah harapan besar bagi outsourcing adalah kesamaan hak dan kewajiban serta kemakmuran, tidak lebih dari pada itu. Namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan justru lebih parah lagi. Tak jarang karyawan outsourcing merasa bahwa ia di berlakukan seakan akan ia berada di garis ketidakpastian, salah satu pemicu bagi mereka merasa bahwa ia tidak menikamati masa bekerjanya tidak semangat. Hal ini tentunya bukan lah sebuah alasan bahwa dunia pekerjaan hanya sebagai pengorbanan jihad dan dakwah semata namun lebih kepada kehidupan masa depan para pekerja itu sendiri. Selain dari masalah hati tentunya masalah ini merupakan hal yang sangat sensitive karena dalam satu tempat kerja terdapat berbagai kategori yang menjadikan sebagai jurang pemisah antara karyawan satu dengan karyawan yang lainya.
Banyak anggapan bahwa sesorang yang bekerja di sebuah perbankan mendapatkan imbalan/gaji yang setimpal (anggapan masyarakat awam) namun pada kenyataanya tidak benar anggapan sebagian masyarakat tersebut. Betul memang untuk karyawan kontrak dan tetap mendapakan imbalan/gaji besar lengkap dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Inilah yang dimaksud dengan kesenjangan social dunia karyawan. Jika kita telusuri lebih lanjut bukankan hak semua karyawan untuk mendapatkan hak dan kewajiban yang sama antara karyawan satu dengan karyawan lainnya?tentu saja jawabanya benar dan sangat benar.

Pengertian  Outsourcing
Apa yang Dimaksud dengan Outsourcing?
Outsourcing terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut.
Meski menguntungkan perusahaan, namun sistem ini merugikan untuk karyawan outsourcing. Selain tak ada jenjang karier, terkadang gaji mereka dipotong oleh perusahaan induk. Bayangkan, presentase potongan gaji ini bisa mencapai 30 persen, sebagai jasa bagi perusahaan outsourcing (vendor). Sudah bukan merupakan rahasia lagi kalau kebanyakan perbankan di Indonesia baik BUMN ataupun Swasta maupun bank asing lebih banyak mempekerjakan pegawai kontrak atau outsourcing dibandingkan mengangkat pegawai tetap. Selain mengurangi pengeluaran karena gaji mereka tidak sebesar pegawai tetap mereka juga diberikan beban kerja yang sama dengan pegawai tetap.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pekerjaan dengan sistem outsourcing hanya untuk pekerjaan tambahan.
“Pekerjaan inti tidak boleh di-outsourcing-kan. Pekerjaan inti merupakan pekerjaan yang harus dilakukan hubungan kerja langsung antara pengusaha dengan para pekerja. Tidak melalui perusahaan pengerah tenaga kerja atau perusahaan outsourcing,” jelasnya saat jumpa wartawan di Kemenakertrans.
Ia mengatakan semua pelaksanaan outsourcing harus mengacu pada Undang-Undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Berdasarkan undang-undang, lanjutnya, pekerjaan tambahan yang dapat dilakukan melalui outsourcing antara lain:
1.    Cleaning service
2.    Jasa pengamanan
3.    Jasa transportasi
4.    Catering
5.    Pekerjaan penunjang pertambangan.
(ANTARA News)

Dasar Hukum Outsourcing
Dasar hukum outsourcing adalah Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan:
Pasal 64 Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaanpekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa Pekerja/Buruh yang dibuat secara tertulis.
Berdasarkan ketentuan pasal di atas, outsourcing dibagi menjadi dua jenis:

1.Pemborongan pekerjaan
Yaitu pengalihan suatu pekerjaan kepada vendor outsourcing, dimana vendor bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pekerjaan yang dialihkan beserta hal-hal yang bersifat teknis (pengaturan oerasional) maupun hal-hal yang bersifat non-teknis (administrasi kepegawaian). Pekerjaan yang dialihkan adalah pekerjaan yang bisa diukur volumenya,dan fee yang dikenakan oleh vendor adalah rupiah per satuan kerja (Rp/m2, Rp/kg, dsb.). Contoh: pemborongan pekerjaan cleaning service, jasa pembasmian hama, jasa katering, dsb.

2.Penyediaan jasa Pekerja/Buruh
Yaitu pengalihan suatu posisi kepada vendor outsourcing,dimana vendor menempatkan karyawannyauntuk mengisi posisi tersebut. Vendor hanya bertanggung jawab terhadap manajemen karyawan tersebut serta hal-hal yang bersifat non-teknis lainnya, sedangkan hal-hal teknis menjadi tanggung jawab perusahaan selaku pengguna dari karyawan vendor.

Bersambung.......
Di sadur Dari Buku "ALIF HAYAT" Kerja Rodi Masa Kini"Outsourcing dan Pengorbanannya"

Yang Datang dan Yang Pergi

Jam Dinding menunjukan pukul dua belas malam tepat. Entah kenapa tiba-tiba aku terbangun. Kutatap dalam-dalam wajah istriku yang masih lelap dalam tidurnya. Kubelai perlahan anak-anak rambut yang tergerai didahinya. Kamu cantik Ratri..., bisikku perlahan.

Tanpa terasa, usia pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ketiga, tapi kami belum juga dikaruniai anak. Ya.. Allah karuniakan kepada kami anak, seorang saja pun tak mengapa..., begitu jerit do'aku tiap malam diatas sajadah. Tapi, entahlah hikmah apa yang tersembunyi dibalik semua ini. Aku yakin, Allah menyimpan hikmah itu untuk kuketahui kelak. Ya, itu Pasti!!

"Ratri.., bangun... shalat yuuk..." Kutepuk pipi istriku perlahan. Ia menggeliat. Aku tersenyum saja. Mungkin ia masih lelah, seharian mengurus tumah. Mengepel, memasak, mencuci, membersihkan rumah, masih ditambah lagi kesibukannya menulis di media cetak. Ah.. aku sayang padamu Ratri...

Akhirnya, aku beranjak sendiri. Berwudhu dan kemudian tenggelam dalam shalat malamku yang panjang. Dan selalu do'a itu yang aku dahulukan. Rabbanaa lain aataitana shaalihan lanakunanna minasy syakiriin. Ya, Allah jika Engkau memberi kami anak shalih, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.

Jam dinding berdentang tiga kali. Ketika aku menghabiskan tiga rakaat terakhir witirku. Kulihat Ratri sudah ada dibelakangku dengan wajah merajuk. Kutatap wajahnya dengan geli.
"Kamu kenapa? Mulutnya monyong begitu...??" godaku. Ratri semakin merajuk.
"Si Mas mesti begitu..., nggak bangunin Ratri..." protesnya.
Aku tersenyum arif. "La Wong, kamu pulas banget tidurnya. Mana tega Mas bangunin.., tadi nulis sampai jam sebelas 'kan? Mosok baru tidur satu jam sudah disuruh bangun lagi..."
"Iya deeh.., tapi nanti temani Ratri muraja'ah Qur'an yaa...," pintanya manja.
"Inggih, sendiko dawuh.., jawabku dengan logat Jawa yang kaku. Maklum besar di Betawi! Ratri tertawa geli mendengar jawabanku. Serentak jemarinya yang mungil beraksi menggelitik pinggangku.
"Ssst.., sudah ah, shalat sana, nanti keburu shubuh..., "elakku.
Ratri masih tersenyum sambil mengerjapkan matanya, lucu.

Sering kulihat Ratri termenung menatap ikan-ikan di aquarium kami. Matanya binar menatap kosong ikan-ikan berwarna perak itu. Ia betah diam tanpa ekspresi seperti itu.

"Sssst .., Muslimah kok hobi bengong, sihh...?" bisikku persis di telinganya. Ratri tersentak kaget. Pipinya bersemu merah, malu ketahuan melamun.
"Enngg....ngak kok, ini lho mas..., ikannya bertelur...," katanya perlahan.
"Ck... pura-pura, dari tadi Mas lihat matamu ngak berkedip, lama banget. Itu bengong namanya, Non...," kuacak kepalanya gemas.

"Ikan saja bisa punya keturunan ya Mas..., kita kapan?" tanyanya lirih, hampir tak terdengar. Seketika mataku memanas. Leherku tiba-tiba tercekat. Oh, Allah... ratri tersenyum manis, lalu mengamati lenganku menuju meja makan. Tak lama kemudian ia kembali berceloteh menceritakan aktifitasnya seharian. Ah, Ratri.... Ratri...

Ketika pernikahan kami menginjak tahun kedua, kami sudah memeriksakan diri secara intensif kedokter kandungan. Hasilnya, kami berdua normal! Dokter cuma menyuruh kami bersabar, berdo'a dan berusaha tentunya. Yah.., barangkali kami berdua memang sedang diuji.

"Nikah lagi aja, Maaasss...," celetuk Ratri suatu kali.
Aku tersentak. Keturunan memang sangat kuharapkan. Tapi membagi cintaku pada Ratri dengan wanita lain, meski itu dibolehkan dalam Islam, apa aku sanggup?? Kucubit pipi istriku perlahan.
"Ngak takut cemburu?" tanyaku menggodanya.
"Cemburu khan manusiawi Mas..., Aisyah juga cemburu pada Khadijah, tapi bukan cemburu masalahnya Mas..., kalau Mas punya istri lagi, 'khan Ratri bisa ikut membesarkan anak dari istri Mas...," tuturnya panjang lebar.
"Kalau dia juga tidak bisa hamil?"
"Ambil istri lagi..."
"Kalau belum punya anak juga?"
"Ambil lagi..."
"Hussss.... sembarangan!!" protesku pura-pura galak. Kudekap kepala mungilnya erat-erat.

Hari ini hari ulang tahun pernikahan kami yang keempat. Umurku sudah dua puluh delapan tahun. Uban dikepalaku sudah belasan jumlahnya. Ketika menikah dulu, Ratri bilang ubanku ada enam lembar!! Dan sampai saat ini kami belum dipercaya Allah untuk menimang seorang anak. Tapi aku masih mencintai Ratri. Dan, tidak akan pernah pudar.

Wajah Ratri yang oval dengan hidung yang bangir dan mulut mungilnya kelihatan merah berseri-seri. Kulihat ia membawa sebuah nampan yang tertutup menuju kearah meja makan. Lalu ia menarik lenganku manja.

"Sini Mas...," ajaknya.
Aku menurut saja. "Happy fourth anniversary...," katanya lembut. Mataku berkaca-kaca. Perlahan kubuka nampan itu. Sebuah kue tart, romantis sekali. Dan sebuah amplop, dengan logo sebuah klinik. Keningku berkerut. Ketika tanganku bergerak hendak mengambil amplop itu, seketika Ratri merebutnya.

"Makan dulu doooong....," protesnya.
Aku cuma menggeleng-gelengkan kepala, sambil tersenyum. Tak urung kuraih pisau lalu. "Bismillahirahmanirrahiim..," kupotong kue tart itu. Ratri tersenyum, ia kelihatan bahagia sekali. Kutengadahkan tanganku meminta amplop itu. Ratri menggeleng. Makan dulu..., katanya. Kugaruk-garuk kepalaku dengan gemas. Ni, anak bikin penasaran juga.

Setelah selesai menyantap potongan kue yang kumakan dengan dua kali telan. Dan Ratri protes karenanya. Kurenggut amplop di tangannya. Dan Subhanallah..., Maha suci Engkau wahai Rabb sekalian alam!!! Ratri hamil!!! Masya Allah...., setelah sekian tahun!!! Seketika aku tersungkur sujud. Air mataku meleleh. Kudekap kepala Ratri erat-erat. Air mataku masih mengalir, menitik membasahi kepala Ratri. Ia mendongak, jemarinya menghapus air mataku.

"Mas menangis?" tanyanya retoris.
Aku mengangguk. Ya, aku menangis! Tangis syukur....
"Kok, periksa ke dokter nggak bilang-bilang?" protesku.
"Biarin, nanti nggak surprise ...," katanya. Tiba-tiba aku merasa bersalah. Sejak tahun ketiga pernikahan kami, aku tidak rajin mengikuti tanggal-tanggal haid dan masa subur Ratri seperti dulu. Kudekap Ratri makin erat.

Sejak hari itu, kesehatan Ratri menjadi perhatian utamaku. Aku sering marah-marah kalau Ratri masih juga menulis sampai larut malam. Ya, tiba-tiba aku menjadi sangat cerewet.

Sembilan bulan, lebih delapan hari. Rasanya hari itu tiba..., tadi pagi Ratri sudah mulas-mulas. Katanya mulasnya dimulai dari punggung menjalar sampai kedepan. Aku ribut setengah mati. Kuraih gagang telpon. Aku menelpon seorang teman untuk membawa mobil kerumah. Ratri masih mengeluh mulas-mulas. Tiba-tiba keluar cairan, oh... air ketubanya sudah pecah.

Di rumah sakit aku begitu gelisah. Bapak-ibu yang menungguiku cuma menggeleng-geleng kepala. Maklum anak pertama, begitu kata ibu. Ya, Allah... entah kenapa aku tiba-tiba merasa ketakutan yang luar biasa. Ya Allah, selamatkan istri dan anakku..., bisikku berulang kali.

"Bapak Syaiful Bahri?" seorang dokter keluar dari ruang bersalin.
"Ya..., saya, Dokter...," sahutku cepat. Kuhampiri dokter itu.
"Ada sedikit kelainan, harus dioperasi... Suster, tolong bimbing Pak Syaiful untuk mengisi formulir ini..." kata dokter itu.
Aku tersentak kaget! Operasi? Astaghfirullah...
"Tapi..., istri saya tidak apa-apa'kan dokter??" tanyaku khawatir.
Dokter itu terdiam. "Berdo'alah ...," katanya pelan. Kugigit bibirku erat-erat. Allah..., selamatkan isri dan anakku.. Kuambil wudhu dan shalat di musholla. Kuhabiskan gelisahku disana.

Tiba-tiba kudengar suara tangis bayi. Anakku...,: desisku perlahan. Aku seperti dituntun nuraniku. Bergegas keluar musholla.
"Bapak Syaiful Bahri..."
"Ya, Dokter..."
"Selamat, bayinya perempuan, sehat, tiga setengah kilo, cantik seperti ibunya..." kata dokter itu.
"Alhamdulilah..." desisku berulang-ulang.
"Istri saya dokter?"
Dokter itu terdiam. Tiba-tiba ada perasaan tidak enak menjalar disegenap hatiku. Kutatap mata dokter itu dengan tatapan penuh tanya. Tiba-tiba dokter itu menepuk bahuku perlahan, sementara kepalanya pun menggeleng perlahan pula.

Mulutku terngaga seketika.

"Ma'afkan .., saya sudah berusaha. Tapi Tuhan menghendaki lain...," katanya. Air mataku berloncatan tanpa bisa dibendung. Dokter itu perlahan membimbingku masuk ke ruang bersalin. Aku menurut saja tanpa rasa.

Sosok tubuh ditutup kain putih terbaring. Perlahan dokter itu membuka kain penutup itu. Inalilahi wa innailayhi raji'uun... Wajah Ratri terlihat pucat. Tapi bibirnya tersenyum manis..., manis sekali. Kudekap kepala Ratri erat-erat, tangisku tak tertahankan.

"Sabar... sabar... pak...," hibur dokter itu." Suster, bawa kemari anak Bapak Syaiful Bahri...," katanya lagi.

Seorang bayi mungil yang masih merah disodorkan dihadapanku. Perlahan kugendong dan kutatap ia. Dadaku masih sesak karena tangis. Kutatap bayi merah itu dan Ratri berganti-ganti. Mereka begitu mirip. Matanya, hidungnya, mulutnya..., Allahu Akbar !!!.

Rupanya ini hikmah itu, Ratri..., Allah memberi kesempatan padaku untuk menemanimu selama empat tahun, untuk akhirnya memanggilmu setelah ia memberikan gantinya.....

Ya, Allah jangan biarkan hatiku berandai-andai, seandainya saja aku tidak mengharapkan anak, jika itu membawa kematian Ratri..., ini semua takdir-Mu, ya Rabbi....

Selamat Jalan Ratri..................... 
Izzatul Jannah - Cahaya di atas Cahaya
KotaSantri.com -

BUPATI BANTAENG DENGAN PRESTASI MENTERENG



<p>Prof.DR.Ir.H.M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr.

BUPATI BANTAENG DENGAN PRESTASI MENTERENG
Bupati Pertama Bergelar Profesor, Peraih 50 Award, Sukses Mengubah dari Daerah Transit Menjadi Daerah Destinasi, Tanpa Pencitraan !
Sejak lepas shalat subuh, warga dapat dgn mudah bertemu Bupatinya tanpa protokoler yg rumit. Bahkan dgn bebasnya masyarakat dapat mencurahkan segala keluh kesah mengenai berbagai permasalahan. Di rumah dinas dan rumah pribadi Nurdin, siapa pun bebas masuk tanpa ada hambatan, baik untuk mengadu atau sekadar mengusulkan program. Saat menerima pengaduan warganya, bupati bergelar profesor Ilmu Kehutanan Universitas Hasanudin ini sesegera mungkin menyelesaikannya dgn melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
"Selama 6 tahun ini, sudah banyak pejabat yg saya copot, seperti Kepala Badan Kepegawaian Daerah sudah berganti 4 kali, wakil bupati saya itu beberapa kali ikut lelang jabatan”.
Ketika pertama kali memenangi Pemilukada Bantaeng 2008 lalu, mantan CEO sejumlah perusahaan di Jepang ini bergerak cepat. Ia blusukan hingga ke kampung2 menemui warga. Tak mengherankan bila mulai dari anak2 sampai orang tua sangat dekat dan bersahabat dgn pemimpin daerahnya itu. Ia senantiasa ingin mencari tahu akar masalah langsung ke sumbernya. Jika sudah tahu penyebabnya, dgn cepat ia mengambil tindakan. Bekerja dgn fokus, itulah kunci keberhasilannya.
Seluruh kepala dinas dilarang memakai sepatu mahal karena beliau tidak ingin pejabatnya tampil mewah sekaligus sayang jika sepatunya kena lumpur karena mahal. Jadi jangan harap anda melihat pejabat di Bantaeng memakai sepatu pantofel yg mengkilat. Mobil dinas yg dipakai Kadis hanya Toyota Avanza, sementara beliau sendiri menggunakan Toyota Innova. Untuk keperluan di luar dinas, Beliau menggunakan mobil pribadinya Crown th 2000.
Bupati yg menjunjung tinggi filosofi Jepang pantang berbohong, disiplin, sesuai kata dan perbuatan ini juga berhasil membenahi sistem pelayanan kesehatan warganya. Warga Bantaeng paling dimanjakan untuk pelayanan kesehatan. Jika ada warga yg sakit, cukup menelpon Brigade Siaga Bencana (BSB ) di 113 atau 0413-22724 / 0413-21408 maka dalam waktu kurang dari 20 menit dokter serta perawat bersama ambulans gratis akan segera menjemput pasien di rumahnya. Pasukan ini mampu menurunkan angka kematian ibu melahirkan menjadi NOL dari sebelumnya 12/100.000 kematian per tahun. BSB siaga 24 jam dgn 20 dokter, 16 perawat dan 8 unit mobil ambulans berfasilitas emergency. Selain itu, BSB Bantaeng juga menyiagakan 11 unit mobil pemadam kebakaran berstandar Internasional, yg kemampuannya melebihi armada yg dimiliki Dinas Damkar Makassar. Bahkan, mobil ambulans milik Pemkab Bantaeng kerap dipinjamkan di kabupaten tetangga bilamana ada pasien yg akan dirujuk ke Makassar. Selain itu pula, Nurdin yg menguasai 3 bahasa asing, Inggris, Jepang dan Cina ini berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk menggelontorkan dana sekitar Rp 120 miliar untuk membangun gedung rumah sakit 8 lantai berstandar internasional.
Networking-nya yg terjaga baik, terutama dgn Jepang, membuat berbagai bantuan dgn mudah didapatnya. Ambulans dan mobil pemadam kebakaran adalah di antaranya. 8 unit ambulans dan Damkar, semuanya diperoleh dari Jepang. Sistem pelayanan di BSB, diadopsinya dari Jepang meski tidak seluruhnya. Berkat mapannya pelayanan kesehatan di daerah berjuluk Butta Toa atau Tanah Tua ini, BSB Bantaeng masuk nominator United Nations Public Service Award, yg dibawahi PBB. BSB Bantaeng sengaja ditunjuk Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara mewakili Indonesia. Penataan Kota Bantaeng yg dulu terkenal dgn semak belukar kini menjadi kabupaten dgn "sejuta" tempat wisata indah. Bahkan Belia bercita-cita menjadikan Bantaeng "Singapura" di Indonesia. Karena itu sebagian besar pusat pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik dipindahkan di daerah pantai.
Dahulu, Bantaeng hanya dipandang sebelah mata dibanding 23 kabupaten di Sulsel. Orang2 yg akan menuju 6 kabupaten di sisi selatan Sulsel ini hanya mampir sejenak atau bahkan melintas begitu saja. Sepertinya tak ada hal menarik untuk disinggahi. Namun, sejak 2009, Bantaeng menjadi daerah yg cukup menonjol. Bantaeng menjadi destinasi, bukan lagi tempat transit. Investor kelas dunia berdatangan ke kabupaten yg jaraknya 120 kilometer dari Makassar ini.
Penyebabnya, kini Bantaeng memiliki sejumlah ikon yg membuatnya menonjol dibanding daerah2 lain di Sulsel. Contohnya, tak banyak yg menyangka jika berbagai tumbuhan seperti stroberi, apel, durian bisa tumbuh subur di pegunungan Bantaeng. Juga tak pernah terbayangkan jika di daerah ini bisa menjadi penghasil benih unggul yg menaikkan tingkat ekonomi masyarakatnya terutama petani.
Daerah ini pun tumbuh dgn berbagai industri pengolahan. Di bidang industri pengolahan hasil pertanian, Bantaeng sukses merintis pengolahan hasil pangan sekaligus pengepakannya. Hasil-hasilnya pun kini sudah diekspor ke berbagai negara, khususnya Jepang dan Cina. Selain itu, industri pengalengan hasil laut pun berkembang di daerah ini.
Bangkitnya industri di daerah ini cukup mengagumkan karena Bantaeng bukan daerah tambang yg bisa dgn cepat mengundang investor. Bantaeng adalah daerah pertanian sehingga butuh waktu cukup lama untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Namun, hal itu tak menjadi masalah bagi Bupati Nurdin Abdullah. Ia berhasil mendatangkan investor asing, tercatat dari Jepang, Cina, dan Korea.
Dengan perubahan dan pembangunan yg terus bergerak itu, tak mengherankan jika banyak daerah yg berkaca pada daerah ini. Banteng menjadi “laboratorium” pilihan 104 kabupaten kota di Indonesia yg melakukan studi banding di daerah itu selama 2014.
Meski tak menutup peluang masuknya investor asing, di tangan Nurdin, pembangunan di Bantaeng senantiasa mengutamakan kearifan lokal. Guru Besar Universitas Hasanuddin ini belum berpikir untuk membangun mal di Bantaeng. "Biarkan perekonomian masyarakat dulu yg tumbuh, baru kita bangun yg lain," ujar alumni Universitas Kyushu, Jepang, ini.
Sebagai orang berlatar belakang pertanian, tekadnya bulat ingin meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, jika dulu petani jagung menanam jagung dan menjual jagung, sekarang petani jagung tak hanya menjual jagung, tapi juga benihnya. Penjualan benih itu mendongkrak penghasilan petani menjadi berlipat-lipat. Ia mencontohkan, jika sekilo jagung dijual dengan harga Rp 2.000, dgn menjual benih, penghasilan yg diperoleh bisa Rp 50 ribu per kilo.
Saat ini, produksi benih yg dikembangkan masyarakat Bantaeng ada berbagai jenis. Jumlahnya mencapai lima ton per tahun. "Dan semuanya adalah benih unggulan yg sudah melalui uji coba dan penelitian terpadu," ujarnya.
Penanganan banjir di Bantaeng adalah salah satu masalah yg sukses dipecahkannya. Di masa putaran akhir kampanye sebelum ia terpilih sebagai bupati, Nurdin mendapati rumah jabatan bupati terendam banjir. Setelah terpilih, ia menargetkan, banjir yg menghantui warga Bantaeng setiap tahun harus ia selesaikan dalam waktu dua tahun. Untuk melihat langsung permasalahan tsb, Nurdin Abdullah turun langsung mencari titik air penyebab banjir di saat hujan deras menyusuri anak sungai sampai sekitar 6 jam. Survei dan kajian yg melibatkan pakar dari berbagai kampus melahirkan solusi berupa pembangunan cek dam seluas 5 Ha. Pembangunan cek dam itu dipantaunya langsung. Maka, ketika hujan turun, Nurdin pasti tak berada di rumah. Ia memilih memantau kondisi di lapangan tanpa peduli meski tengah malam sekalipun. Kehadiran cek dam memang berhasil mengatasi banjir di wilayah itu sampai saat ini. Bahkan, Cek dam ini juga menjadi sumber air baku PDAM Bantaeng dan sekaligus irigasi untuk pertanian dan perkebunan warga yg sebelumnya hanya lahan tadah hujan.
Pria kelahiran Pare-Pare, 7 Feb 1963, ini selalu menunjukkan kesungguhannya jika menghadapi suatu masalah. Ia berharap, camat, dan lurah yg menjadi mitranya melayani masyarakat bisa mencontoh hal itu. "Saya selalu sampaikan, ini masalah keteladanan. Sebagai pemimpin, selalulah memberikan contoh terbaik," ujarnya.
Yang penting baginya, sistem harus diciptakan dan tertata bagus. Sebab, jika sistem sudah bagus, siapa pun yg akan memimpin Bantaeng kelak tinggal meneruskannya. Hal itulah yg dirintisnya sejak awal hingga tahun kedua memimpin Bantaeng. "Setahun dua tahun boleh bergantung pada bupati, tapi tahun ketiga kita harus bergantung pada sistem yg kuat," katanya.
"Kami normalisasi sungai dan drainase lalu membangun cek dam, membangkitkan petani dgn ketersediaan pupuk, benih unggulan dan irigasi pertanian di daerah-daerah terisolir dan menggeliatkan perekonomian Bantaeng dgn membuka pintu masuk bagi para investor," ujar Nurdin
Mantan Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia ini membuka kesempatan bagi para investor kelas dunia untuk berbisnis di Bantaeng. Nurdin menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektar di daerah Pajjukukkang yg tuntas di th 2015 untuk pabrik smelter yg dibangun investor Jepang, Cina dan India. 2.000 hektar untuk relokasi industri dari Jepang. Bahkan rencananya akan dibangun sekolah mekanik Asia Pasifik kerjasama dgn Toyota serta BLK dgn standar internasional.
"Triliunan uang investor masuk ke Bantaeng tanpa ada pungutan sepeser pun. Kita menerapkan pelayanan one day service. Proses perizinan selesai dalam sehari tanpa pungutan. Investor kita jemput di bandara lalu kita antar sampai ke Bantaeng. Kta mengelola keuangan daerah secara terbuka dan transparan, buktinya tidak ada pejabat saya yg korupsi."
Di tahun pertama kepemimpinannya, bupati berusia 50 tahun ini melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas aparat-aparatnya dgn menerapkan pola assesment dgn melibatkan Universitas Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor. Sistem lelang jabatan di kepemimpinan Nurdin sudah dilakukan sejak 2009, jauh lebih awal dibandingkan yg dilakukan Jokowi sebagai Gubernur DKI.
Di periode pertama, Nurdin berhasil duduk sebagai bupati dgn raihan suara 46 persen, meskipun tanpa kampanye yg meriah. Nurdin yg 'pulang-kampung' demi amanah almarhum ayahnya, berhasil mengungguli para kandidat yg sudah lama berkiprah di Bantaeng. Di periode kedua, tanpa kampanye dan atribut, Nurdin melenggang dgn meraih suara 84 persen dalam Pilkada 2013 silam.
Di kepemimpinan alumni fakultas pertanian Universitas Kyushu di Jepang ini, perekonomian Bantaeng tumbuh dari 5,3 persen menjadi 8,9 persen pertahun serta berhasil meningkatkan indeks pendapatan perkapita warga Bantaeng dari Rp 5 juta menjadi Rp 14,7 juta.
Nurdin berhasil memajukan kembali varietas sayuran, buah dan hasil2 perikanan, dgn konsep Agri-Marine Economy. Berkat kemajuan perekonomian di Bantaeng, terjadi arus balik warga Bantaeng yg merantau di luar, serta bertambahnya penduduk yg bermigrasi ke Bantaeng.
Selama 6 tahun kepemimpinannya, Bantaeng menyabet lebih dari 50 penghargaan tingkat nasional, termasuk 4 kali berturut-turut piala adipura yag sebelumnya tidak pernah didapatkan, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) th 2013 yg diadakan Kementerian Dalam Negeri.
Bagi Nurdin, ia tidak mau berorientasi pada piagam penghargaan semata, tanpa dibarengi karya nyata yg dirasakan warganya. Menurut Nurdin, berkat caranya memimpin Bantaeng dgn menggunakan hati, Bantaeng kemudian jadi terkenal dan jadi sering kedatangan tamu dari pemda di Indonesia untuk melakukan studi banding, termasuk pula sering diundang pemerintah Jepang dan China untuk melakukan benchmarking.
Berkat kepiawaiannya memimpin, nama Nurdin termasuk 19 tokoh alternatif oleh Komunike Bangsa Peduli Indonesia (KBPI) yg digagas pengusaha senior Sofjan Wanandi. Nama Nurdin dijadikan figur capres alternatif, sejajar dgn nama tokoh bereputasi seperti Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Chairul Tanjung, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
"Saya terkejut sekaligus senang dijadikan figur capres alternatif. Sebagai anak bangsa, saya siap untuk menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan bangsa. Namun saat ini saya masih fokus untuk memimpin Bantaeng. Tunggu mapan dulu daerah saya baru lompat ke pusat, saat ini masih dalam proses, bila masanya nanti akan tiba saya akan siap bila dibutuhkan," tutup suami dari Listiaty Fachruddin ini. 

Copas...dari WA
Sumber : (Group WA) Kompasiana, Tribunnews, Detiknews) #BeritaSeputarBontang<p/>

7 Ciri 'Sok Tahu'


7 Ciri 'Sok Tahu

'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.

1. Enggan Membaca

Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

2. Enggan Menulis

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat

Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.

7. Suka Berdebat Kusir
Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.

Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamien.

Batas-batas Kebolehan Bersolek Bagi Wanita


Apa yang dimaksud dengan bersolek dalam firman-Nya SWT, "Dan jangan1ah kamu berhias seperti orang-orang Jahiliyah dahulu " (QS. al-Ahzab: 33) dan apa maksud dari hadis Nabi saw, "Pada umatku yang terakhir akan terdapat perempuan-perempuan yang berpakaian namun [hakikatnya] mereka telanjang, mereka menyimpang [dari kebenaran] dan tidak berpendirian seperti onta-onta gemuk yang tak berguna (kaasminati al-bukhti al-ijaf), laknatlah mereka karena mereka memang terlaknat."

Ayat tersebut ingin menegaskan tentang pelarangan bersolek, yaitu keluarnya wanita dengan menampakkan perhiasannya yang mencolok, baik dengan memakai kosmetik maupun membuka wajahnya (tidak berjilbab), atau dengan memakai pakaian yang seksi di mana kewanitaannya bergerak di luar lingkungan kaum wanita, yang berakibat secara langsung atau tidak langsung kepada adanya ketertarikan dari lawan jenis seperti yang disebutkan dalam ayat yang lain, "Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya." (QS. al-Ahzab: 32)

Sesungguhnya Al-Qur'an al-Karim tidak menginginkan wanita keluar rumah dengan gaya yang memancing keadaan "berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " Atau, gaya bicaranya mengundang hasrat seksual itu.

Dan barangkali maksud dari perempuan-perempuan yang berpakaian namun mereka telanjang adalah wanita-wanita yang memakai pakaian, tetapi perilaku mereka di tengah-tengah masyarakat persis seperti perilaku wanita yang telanjang, sebab ia menelanjangkan keadaannya untuk menarik lawan jenis, dan ia menelanjangkan sisi feminisme di dalamnya, di mana sama saja baginya baik ia memakai pakaian atau tidak.

Kapan wanita berhak untuk berhias? Dan apa batas-batas yang diletakkan dalam hal itu? Dan apakah berhak baginya dalam keadaan seperti ini untuk bersolek dengan pakaian popularitas? Mengapa?

Wanita berhak untuk memasang semua perhiasannya di kalangan sesama wanita, sampai pada batas tidak menjadi faktor adanya daya tarik kalangan wanita sendiri kepadanya, yang boleh jadi akan mendorong penyimpangan seksual sesama wanita (lesbian- pent.). Dan wanita dapat menikmati sifat femininnya sampai pada puncaknya bersama suaminya, karena tidak ada hal yang diharamkan antara suami dan istri pada tingkat ini.

Adapun ketika ia berada (berkumpul) bersama kaum pria, maka ia harus berusaha untuk tampil sebagai manusia, dimana pria tidak merasakan aroma femininnya yang menarik nalurinya. Atas dasar itu, wanita dapat keluar rumah dengan memakai pakaian yang syar'i yang menunjukkan keseimbangan dan nilai-nilai kemanusiaan, yang menjadikan orang lain melihat kepadanya dengan penglihatan manusia kepada manusia yang lain.

Sedangkan berkaitan dengan pakaian popularitas, maka itu adalah masalah yang menyangkut penjagaan syariat (tahaffuzh syar'i) bagi laki-laki dan perempuan.

Mengenai perhiasan, apa yang dihalalkan dan diharamkan darinya? Apakah Allah mengharamkan minyak wangi?

Allah tidak mengharamkan minyak wangi kecuali jika mempunyai penetrasi yang kuat, sekiranya membentuk unsur seksual bagi lawan jenis, dan tidak mengharamkan perhiasan biasa, misalnya, cincin yang dipakai wanita di tangannya ketika ia keluar rumah. Tetapi, wanita tidak boleh menampakkan perhiasannya seperti kalung dan lain-lainnya, serta semua hal yang memiliki pengaruh negatif atas keseimbangan fitrah.

Apa pendapat Islam tentang usaha mempercantik diri melalui pembedahan dan penggunaan pigmen (zat warna) yang jelas dan yang tidak jelas?

Tidak ada larangan bagi wanita untuk melakukan operasi kecantikan jika ia menemukan sebagian keburukan rupa (cacat) di tubuhnya. Tapi, hendaklah ia memperhatikan aturan-aturan syariat berkaitan dengan dokter laki-laki dan dokter perempuan.

Berapa Nilai Kita, Saudaraku?




Berapa Nilai Kita, Saudaraku?




Kita makhluk yang paling mulia yang telah diciptakan oleh Allah SWT, makhluk yang paling kuat karena ternyata dari sekian ratus ribu sel sperma yang berjuang untuk hidup, kita lah pemenangnya. Pernahkah kita berpikir untuk memberikan berapa nilai dari diri kita? Apakah harga diri kita hanya sebatas dunia yang ingin kita kuasai, emas dan perak yang ingin kita miliki?
 
Padahal jelas - jelas Rasulullah bersabda, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi : “Dunia ini terkutuk, semua yang ada di dalamnya terkutuk, kecuali dzikir kepada Allah, hal-hal yang bersangkutan dzikir, seorang ‘alim dan seorang pelajar.” Dunia dengan emas dan peraknya, kekuasan dan jabatan yang selalu ingin kita kejar, kemewahan dengan rumah megahnya, sama sekali tidak berhak mengalirkan setetes pun air mata kita. Terkadang kita melupakan bahwa dunia ini hanyalah titipan buat kita. Demikian yang dikatakan oleh Labid

Harta dan keluarga tak lain adalah barang titipan, dan suatu saat barang titipan itu akan dikembalikan.

Tapi sekali lagi, terkadang kita benar-benar melupakannya, selalu setiap bergantinya hari yang kita pikirkan hanyalah bagaimana agar bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan apa yang kita perlukan, dan pernahkah kita berpikir, apakah saudara-saudara kita di luar sana membutuhkan bantuan kita hanya untuk sekedar makan hari ini?, pernahkah terbersit sedikit saja dipikiran kita bahwa mereka sebenarnya meminta bantuan kita,hanya saja kita selalu membutakan mata dan menulikan telinga kita untuk mereka?

Lalu, apakah kita juga mengetahui kalau setiap jiwa mukmin itu lebih berharga dari dunia dan seisinya?, Dan pernahkah kita sedikit saja merenung, bahwa semua kekayaan dan kedudukan yang kita miliki bisa menangguhkan bahkan menghambat maut dari kita, dapat menolong kita dari siksa dan azabnya Allah?, Jika kita tahu jawabannya tidak, lalu kenapa kita masih selalu saja menghargai diri kita hanya sebatas harta, emas dan perak?

Demi hidupmu, kekayaan takkan memberi manfaat kepada seorang pun ketika dada sudah tersengal dan sesak (Hatim Ath-Thai)

Pertanyaannya adalah seberapa besarkah nilai kita sebagai seorang manusia yang mulia dan manusia yang terpilih?

Hasan Al-Bashri mengatakan, ”Jangan tentukan harga dirimu kecuali dengan surga. Jiwa orang yang beriman itu mahal, tapi sebagian dari mereka justru menjualnya dengan harga yang murah.”

Sayangnya, hanya sebagian kecil dari kita yang menyadari kalau jiwa kita sebagai makhluk yang beriman sangatlah mahal, atau mungkin kita selalu berpikir kalau harta dan dunia ini lebih berharga dan lebih mahal dari sebuah jiwa yang beriman, sehingga yang sering kita tangisi adalah di saat kita kehilangan uang, kebakaran rumah yang mewah, kehilangan pekerjaan, kita tidak pernah merasa menyesal dan menangis ketika hati kita mulai terasa mati dan jauh dari Allah, tidak pernah ada air mata ketika kita mengingat semua dosa-dosa yang telah kita perbuat, lalu jika sudah seperti ini, apa lagi yang bisa kita harapkan untuk membantu kita di hari akhir nanti?, dan jika ketaatan kepada Rabb sudah tidak ada lagi, maka dapatkah terwujud untuk mendapatkan cinta-Nya dan bertemu dengan-Nya dalam keadaan terbaik? 
@alifhayat

Diam Bukan Berarti Lemah

Miris Rasanya


Saudaraku, hari ini ada satu yg ingin saya shering agar bisa menjadi renungan buat kita semua, betapa hati tidak sedih.....
Saya melihat di jejaring sosial saat liburan tiba semua memposting foto foto yang semua mewah dan penuh hura hura, serta nampak euforia, mereka berlibur ke luar kota bahkan ada yang ke berbagai negara. Pertanyaannya apa ada yang salah?tentunya tidak dong karena itu semua uang mereka bukan uang kita dan bukan uang rakyat,betul sekali jawabannya, tidak ada hak kita untuk mengurusi urusan orang lain,lagi pula untuk apa ikut campur urusan orang tidak ada gunanya.
Saudaraku seiman dan se tanah air, pernah tidak kita berfikiran orang di sekitar kita, tetangga kita, daerah kita, se aqidah dengan kita, dan lain sebagainya, meraka masih sangat belum kayak dalam kehidupan ekonominya,saat kita menyaksikan hal tersebut apa yang ada dalam benak kita?
Ya benak kita, apa yang di pikirkan?
Saya pribadi merasa sangat ingin membantu sebanyak banyaknya, namun terkadang rasa ingin ini tersendat oleh masalah kemampuan dari segi ekonomi, sehingga membantu sekedarnya asalkan yang kita bantu mampu tersenyum sesaat yang walaupun di hari besoknya mereka harus banting tulang mencari lagi untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan seharinya bisa terpenuhi.

Untuk yang memiliki rezeki lebih bantu dan berilah mereka sedikit senyum untuk bisa membantu esoknya mendapatkan rezeki lainnya.
Rezeki yang kita miliki saat ini ada hak orang lain, ada hak fakir miskin, ingat rezeki yang kita miliki saat ini bukan sepenuhnya untuk kita. Harta kekayaan yang kita miliki –tepatnya, yang dititipkan Allah SWT kepada kita, ada hak kaum dhuafa, termasuk hak fakir miskin. Hak kaum dhuafa itu tidak banyak, hanya 2,5%, dan Allah SWT menjamin harta tidak akan berkurang karena dikeluarkan zakatnya, justru akan bertambah keberkahannya.
Jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nisab (85 gram emas), maka ia telah tekena kewajiban zakat sebesar 2,5% dari nilai 85 gram emas itu.
Untuk penghasilan bulanan (zakat profesi/zakat penghasilan), jumhur ulama menetapkan nisab Zakat Profesi senilai dengan 520 kg beras. Jika harga beras per kilogram Rp 8.500, maka nisab zakat profesi per bulan adalah 520 x Rp 8.500 =  Rp 4.420.000 per bulan. Bagi mereka yang berpendapatan 4,4 juta per bulan itu, wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Sekali lagi, dengan jaminan dari Allah SWT, harta tidak akan berkurang jika dizakati.
Jika memiliki harta yang kurang dari nisab zakat, maka Islam sangat menganjurkan sedekah. Sangat banyak keutamaan sedekah, seperti membuka pintu rezeki, menolak bencana, dan menyembuhkan penyakit.

Jika harta tidak dikeluarkan zakatnya, maka sang pemilik harta turut memakan hak orang lain (kaum dhuafa). Lebih dari itu, zakat termasuk rukun Islam yang wajib diamalkan setiap Muslim, seperti halnya shalat, puasa, dan haji bagi yang mampu.
Berikut ini sebagian firman Allah SWT dan Hadits Nabi Saw tentang zakat.
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).
Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahawa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (QS. At-Taubah: 34-35).

 Wallahu a’lam.

@alifhayat


Apakah Sama Lahir dan Kematian Juga Bahagia?


"Kedatangan kita di dunia, begitu keluar dari rahim ibunda, disambut senyum riang, bahkan gelak tawa. Semua orang terutama sanak saudara, bergembira ria; sedangkan kita menangis menjerit-jerit.
Apakah kelak ketika kita meninggalkan dunia, keadaan akan tetap sama. Orang lain terbahak-bahak mengiringi kepergiaan kita. Mereka senang karena ketiadaan kita. Mereka merasa bebas dari kekejian dan kezaliman yang kita kerjakan selama hidup; sedangkan kita sendiri menangis, pedih-pilu karena tak punya amal kebaikan untuk bekal di akhirat dan takut menghadapi azab Allah.
Alangkah baiknya apabila keadaan terbalik seratus delapan puluh derajat; ketika mati, senyum tersungging di bibir kita, karena optimis dengan amal kebajikan yang kita kerjakan tatkala hidup, akan menjadi modal menempuh alam kekal yang penuh rahmat dan ampunan Allah; sedangkan orang lain meratapi kepergian kita dan kebaikan kita."